1,4 Juta Siswa Madrasah Akan Ikuti UAMBN 2018

Berita   23/03/2018   by Madrasah   482 dilihat

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah akan menggelar Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) tahun pelajaran 2017/2018.

Sesditjen Pendidikan Islam Moh Isom mengatakan kalau UAMBN tahun ini akan diikuti 1.412.147 siswa madrasah di seluruh Indonesia. Jumlah ini terdiri dari 979.087 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan  433.060 siswa Madrasah Aliyah (MA). UAMBN akan digelar pada 26 - 31 Maret 2018 untuk siswa MA dan 02 - 06 April 2018 untuk siswa MTs.

Menurut Moh Isom, ada dua model UAMBN yang akan digelar tahun ini, yakni: berbasis komputer dan berbasis kertas dan pensil.

"UAMBN ini bertujuan mengukur pencapaian standar kompetisi lulusan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada jenjang MA dan MTs secara nasional," ujar Ishom dalam kesempatan media briefing di Kantor Kemenag, Jumat (23/03).

Tampak hadir juga Karo Humas Data dan Informasi, Mastuki, beserta empat Kasubdit di lingkungan Direktorat KSKK Madrasah. Mereka adalah Ahmad Hidayatullah, Abdullah Alkholis, Irhas Sobirin, Abdullah Faqih. Hadir juga Kasubag TU Dit KSKK Papay Supriatna. 

Ditambahkan Isom, mata pelajaran yang diujikan pada UAMBN jenjang MA untuk Peminatan IPA, IPS dan Bahasa yakni, Alquran-Hadis, Akidah-Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab. Untuk MA Peminatan Keagamaan, mata pelajaran yang diujikan adalah Alquran-Hadis, Akhlak, Ilmu Kalam, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab. Sedangkan mata pelajaran yang diujikan pada UAMBN jenjang MTs adalah Alquran-Hadis, Akidah-Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab.

"Nilai hasil UAMBN bukanlah penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Namun bagi peserta didik MTs dan MA yang sudah meengikuti UAMBN berhak menerima Sertifikat Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (SHUAMBN) yang menjadi salah satu pertimbangan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya," ujarnya.

"Peraih nilai rata-rata SHUAMBN MA yang termasuk dalam kategori sangat baik (85-100) dapat diterima ke PTKIN pada semua program studi tanpa tes," sambung Isom.

Selain persiapan gelaran UAMBN, Ishom juga memaparkan sejumlah program unggulan dan terobosan Direktorat KSKK Madrasah tahun 2018. Program tersebut antara lain: Pengembangan Madrasah Inklusi, Kerja Sama Madrasah Luar Negeri, Pengembangan Kurikulum Islam Moderat dan Pengiriman Siswa ke Even Internasional. 

Sumber : -
Penulis : benny andriyos
Editor : Khoiron

Share :